Kamis, 24 Oktober 2013


SEPUCUK SURAT UNTUK TUHAN


Tuhan, kusyukuri karuniamu
Walau ku tak dapat memilikinya,
Kuingin menjaganya penuh kasih
Dan jagalah ia dengan kebesaran kasihmu

Tuhan, Kaulah yang Maha Tau
Tentang apa yang ada di benakku
Tentang goresan tinta biru
Yang mengukir sejuta pintaku

Tuhan, kupinta,
jaga senyum di bibirnya
jangan biarkan senyum itu lenyap oleh luka

Tuhan,
bawa bisik suaraku ke telinganya
kuingin dia mengerti, bahwa aku,
selalu mencintain
JIKA SUDAH KUASA-MU (TUHAN)

Hujan . . .
Kini malam ku rasakan kesejukan
banyak hal yang ingin kusampaikan
seperti halnya sang rembulan
yang kini redup tertutup awan hitam

Hujan . . .
mampukah sejukmu memberi ku alam kedamaian
adakah derasnya airmu yang mengalir
membawa kegelisahan ku sejauh mungkin
ratap penuh harap telah merasuk di qalbu paling dalam

Hingga reda ku masih tetap terdiam
lepas lamunan ku bersama dingin kesunyian
malam yang ku rasakan kini penuh kepedihan
seakan tak mampu ku berdiri melawan malam

Terbaring lemah raga ini
tersungkur disudut kamar yg lembab
dingin kaku dan terasa mulai kuasai tubuh ku
di atas ubin yang tak beralaskan tikar dan kasur

khayalan dan ingatan berbaur di alam bawah sadar ku
sungguh ku tak kuasa lagi mengontrol diri ini
perjalanan hidup ini begitu banyak perih yang ku rasakan
namun ku selalu tegar tuk menerima kenyataan ini

Tuhan ....
ijinkan aku untuk memeluk mu sebelum malaikat mu datang menjemput ku


LELAH HATI MENANTIKANMU

Saat alunan lagu terdengar merdu
Berirama bagaikan lantunan cinta yang ku coba tuk sampaikan padamu
Saat rintik hujan membuatku tersadar
Hanya dirimu yang mampu membuatku seperti ini
Angin meniupkan sebuah pesan untukku
Untuk tak henti mengharapkan kehadiranmu dalam hati ini
Tuk mengisi hariku yang penuh dengan sunyi & sepi

Terlena ku dibuatmu
Menjadikanku terlalu berharap
Membuat hatiku enggan tuk berpaling

Dirimu terlalu indah untukku
Tapi ku tak bisa membuatmu bersamaku
Begitu lelah hati berharap
Namun, kau acuhkan
Hati sudah cukup lelah untuk terus mengharapkanmu...